Skip navigation

DAULAH ISLAM 

Negara Islam mempunyai dua pilar yang utama: 

1.      Hukum Islam dan peraturannya 

2.      Kekuatan dan kekuasaan  

Jika 2 pilar tersebut dapat diraih kembali, maka negara Islam niscaya tidak lama lagi akan tegak. 

Beberapa syarat untuk tegaknya pilar-pilar tersebut:   

1. Harus ada propinsi (wilayah tertentu)  

2. Harus ada warga negara  

3. Harus ada pemimpim  

4. Harus ada hukum dan peraturannya   

Negara Kufur  “ Suatu negara yang terdiri dari beberapa wilayah/daerah yang hukum dan peraturannya adalah kufur, meskipun penduduk yamg mendiami mayoritas muslim.” 

Imam Al-Kasaani berkata:  “ Tidak ada perselisihan/pertentangan pendapat diantara ahnaaf (ulama), tentang negara yang menjadi negara Islam yaitu ketika peraturan Islam menjadi dominan (diterapkan), akan tetapi terdapat perselisihan pendapat diantara saudara-saudara kita tentang negara Islam yang kemudian berubah menjadi negara kufur, Imam kita berkata, ”Negara Islam akan menjadi negara kufur jika ada dalam 3 kondisi, yaitu:   

1.       Ketika hukum dan peraturannya menjadi kufur

2.       Ketika daerah perbatasan negara Islam dengan negara kufur tidak ada perjanjian

3.       Ketika di negara Islam tersebut tidak memiliki keamanan lagi untuk orang-orang muslim dan kafir dhimmi.” 

Imam Al Sarkhaasi berkata: “Suatu negara menjadi negara Islam ketika hukum-hukum Islam menjadi dominan (diterapkan)”. (Mabsut vol.10,p.114)   Imam Ibnu Qoyyim berkata: “Jumhur ulama berkata negara Islam adalah negara di mana kaum muslimin dapat pergi dan tinggal di sana dan peraturan-peraturan Islam dapat diterapkan jika masyarakat tinggal di suatu tempat dan Islam diterapkan maka daerah tersebut termasuk ke dalam negara Islam dan jika aturan Islam tidak diterapkan maka tidak bisa disebut dengan negara Islam meskipun negara tersebut dekat dengan negara Islam, Tha’if adalah daerah yang dekat dengan Mekkah tetapi tidak menjadi negara Islam sampai ditaklukkan.” (Kitab Ahkam Ahl Dhimmah vol.1p.366)   Imam Ibnu Muflih berkata;  “ Hanya ada dua negara yaitu negara Islam (Darul Islam) dan negara Kufur (Darul Harb), negara-negara yang diterapkan hukum-hukum Islam adalah negara Islam dan negara yang diberlakukan hukum kufur atas daerahnya adalah negara kufur, sehingga hanya ada dua perkampungan masyarakat (yaitu masyarakat kufur dan masyarakat Islam).” (Al Adaab Al Shari’ah vol.1 p.190) Qadi Abu Ya’la berkata: “Setiap negeri yang menerapkan hukum-hukum kufur adalah negeri kufur”. Imam Al Mawardi berkata : “Darul Harb adalah Darul Kufur di mana hukum-hukum kufur diterapkan di tempat tersebut.” Imam Saukani berkata : “Ketika kita berbicara tentang negara, maka kita dapat menilai dengan melihat sesuatu yang mendominasi negara tersebut, jika aturan tersebut aturan dan larangannya diperuntukkan bagi orang-orang muslim, kemudian di sisi yang lain tidak ada seorang pun dari orang-orang kafir yang bisa menampakkan kekufurannya kecuali dengan apa yang diakuinya dari aturan-aturan Islam maka negara tersebut adalah negara Islam.” Imam Abdullah Abu Butain (Salah satu ulama Najd ) “ Negara ada 2 tipe yaitu negara Islam atau negara kufur, negara Islam adalah suatu negara di mana peraturan-peraturan Islam diberlakukan kepada semuanya walaupun seandainya tidak ada seorang muslim pun di sana tapi hukum-hukum Islam tetap diberlakukan dan jika kebalikannya maka negara tersebut adalah negara kufur”. Sayyid Quthb berkata: “ Negara yang ada di seluruh dunia dalam pandangan Islam dibagi menjadi dua bagian, yang pertama negara Islam (Darul Islam), dan yang kedua negara kufur (Darul Harb), Negara Islam adalah negara di mana hanya syariat Islam yang diterapkan tanpa memperhatikan mayoritas dari penduduknya apakah semuanya muslim atau muslim dan kafir Dhimmi atau semuanya kafir Dhimmi dengan hanya beberapa muslim. Negara Kafir atau Darul Harb adalah negara yang memiliki beberapa wilayah yang di dalamnya diterapkan hukum-hukum kufur meskipun setiap orang yang ada di wilayahnya muslim.” (Fi Zhilal Al-Qur`an) 

Kenapa Kekuasaan Itu Penting ? 

Imam Abu Yusuf dan Imam Shaibaani berkata:  “ Suatu wilayah atau daerah akan diatributkan kepada kita (Islam) atau mereka (kafir) dengan melihat siapa yang memegang kekuasaan dan dengan melihat macam peraturan yang diterapkan atas wilayah tersebut.”  Allah SWT berfirman:  “Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, kepada mereka malaikat bertanya: “Dalam keadaan bagaimana kamu ini? Mereka menjawab:”adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekkah).” Para malaikat berkata:”bukankah bumi Allah itu kuas sehingga kamu dapat berhijrah di negeri itu?” (QS.An Nisa’ (4) :97)  Allah memerintahkan kepada kita dalam Al-Qur`an, bahwa kita diperintahkan untuk hijrah dari tempat di mana kita tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan menuju ke tempat di mana kita akan mempunyai kekuasaan dan kekuatan. Ibn Hazm berkata bahwa Rosulullah saw bersabda:  ” Saya bebas dari setiap orang yang hidup di antara orang-orang musyrik dan gilirannya kembali kepada orang-orang muslim.”  

Tipe-tipe Daulah Islam 

Sekarang ini tidak ada negara Islam, begitupun juga jika kita mengklasifikasikan negara Islam fakta yang ada sekarang tidak ada. Kita saat ini membicarakan negara Islam dan macamnya pada masa lampau, dan masa yang akan datang (yang Insyaallah akan segera berdiri) 

A.     Darul Baghie (Daerah Pemberontakan) 

Daerah ini masih dalam bagiannya negara Islam, bukan dalam bagian negara kufur. Daerah ini dimasukkan ke dalam Darul Baghie, ketika masyarakat yang ada di sana melakukan pemberontakan melawan pemerintahan Islam, seperti daerah Khawarij, Al Haruriyyah yang dikenal sebagai darul baghie, ketika mereka melawan Shahabat Rosulullah.  Ibn Abbas menyebutnya dengan Darul Baghie dan menyebutnya sebagai Kufr duna kufr (kufur dunia).Kebalikan dari daerah ini adalah Darul ‘Adl. Daerah ini merupakan bagian dari Darul Islam (negara Islam), tetapi jika kemudian terdapat pemberontakan terhadap Darul Islam maka disebut Darul Baghie, tetapi tidak meliputi semua bagian dari negara Islam. 

B.    Darul Fusuq/Darul Fasiq (Daerah Dosa) 

Daerah ini disebut Darul Fusuq ketika terjadi beberapa perbuatan fasiq yang berkembang di beberapa bagian daerah dari pemerintahan Islam, misalnya Ja’far bin Mubashir adalah salah seorang yang berkata bahwa “hijrah adalah fardhu dari tempat perbuatan fasiq (bagian daerah pemerintahan Islam).” Mereka membuat qiyas atas hijrah dari negara kufur, tetapi ini merupakan qiyas yang tidak beralasan/tidak tepat, sebagaimana kamu tidak dapat menggunakan qiyas negara Islam sebagai negara kufur. Misal ketika musik mulai menyebar di setiap tempat dan khalifah tidak mensahkannya tetapi tidak juga menindaknya maka hal ini akan menjadi suatu ucapan tentang kekufuran (Kufr duna kufr). Sebagaimana firman Allah SWT : “ Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al-Qur`an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain, karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir dalam jahannam.”(Qs.An Nisa’ (4) :140) Satu dari macam-macamnya yaitu berupa ejekan mengatakan perkataan-perkataan kotor tentang apa yang telah diketahuinya sebagai suatu yang penting/perlu tetapi mengatakan “saya tidak butuh akan hukum syara’, berhukum kepada thoghut. Jika kamu berada dalam situasi antara semua kefasikan dan kekufuran, maka kamu harus menghindari/menjauhi kejahatan dan kamu harus meninggalkan mereka semuanya.  Allah SWT berfirman: ”Apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat kami maka tinggalkan olah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaiton menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang dholim sesudah (akan larangan itu).” (QS. Al An’am (6) : 68) Al-Khaud adalah ketika kamu berbicara tentang sesuatu bahwa mereka tidak layak untuk berkata mengenai hal tersebut, kita tidak pergi ke tempat pertemuan dimana orang-orang berbicara tentang hawa nafsu dan bid’ah. Darul Fisq dijelaskan dalam hadist dari Sa’id Al Khudri bahwa Rosulullah saw bersabda: ” Ada seseorang sebelum kamu yang membunuh 99 orang kemudian ia mendatangi seorang pendeta dan berkata,”Aku telah membunuh 99 orang ,maka apakah ada jalan bagiku untuk bertaubat, pendeta itu berkata”Tidak, kemudian dia membunuh pendeta itu dan ia melakukan pembunuhan menjadi 100 kali. Setelah itu ia mendatangi seorang pendeta yang lain,”Aku telah membunuh seratus orang, maka apakah ada jalan bagiku untuk bertaubat? Pendeta itu berkata,”Ya, pergilah kamu ke tempat di mana  masyarakatnya adalah orang-orang yang melakukan ibadah pada Allah dan janganlah kembali ke rumahmu, karena sesungguhnya ia daerah Fisq (kemudian dia mati di jalan itu (dalam keadaan taubat)). (HR.Bukhori) Suatu tempat di mana dia hidup adalah tempat orang-orang fasiq, tempat orang-orang yang melakukan kefasikan, dan dia dituntut atas hal tersebut karena tidak ada taubat, tetapi masih ada taubat untuk segala macam dosa kecuali syirik. Imam Syaukani berkata : “Darul Fisq adalah tempat dimana perbuatan dosa tersebar tetapi bagi muslim yang ada di sana harus meninggalkan tempat tersebut dan orang-orang yang ada di sana harus di hukum dan tempat tersebut akan dikenal sebagai Darul Ma’assi sampai kekufuran berkembang di sana (kemudian akan menjadi Darul Kufr). C.    Darul Dhimmah (Daerah yang dihuni oleh orang-orang kafir yang terikat perjanjian dengan penguasa muslim/khalifah) Darul Dhimmah adalah bukan Darul A’had, sebab Darul A’had berada dalam Darul Kufur .Darul Dhimmah adalah klasifikasi dari negara Islam, ketika terdapat orang-orang kafir dhimmi tetapi daerah tersebut bisa juga dihuni oleh bukan orang-orang kafir dhimmi yaitu orang-orang muslim. Misalnya Khaibar dibawah kepemimpinan Rosulullah saat itu adalah Darul Dhimmah, dijelaskan bahwa: ” Jika seorang amir dari beberapa pasukan mengelilingi musuh untuk beberapa kota kemudian beberapa dari mereka (penduduk kota) berkata mereka akan menjadi muslim dan beberapa dari mereka berkata akan menjadi kafir dhimmi, maka langkah yang terbaik adalah membiarkan mereka untuk menjadi muslim dengan memberlakukan hukum Islam atas mereka dan melihat kesudahan mereka dalam menjalankan urusan dengan hukum Islam (Kitab Al Siyar vol.5) Ahlu Dhimmi adalah seseorang yang menerima atau bersedia hidup di bawah hukum Islam dan diatur olehnya, hal ini sebagaimana yang dikatakan oleh madzhab Imam Hanafi “mengikuti hukum suatu negeri”.  

2 Comments

  1. Secara fitrah, Allah SWT merahmati manusia dengan memberi sifat-sifat yang sesuai dengan nilai-nilai Islam (Al Qur’an dan Al Hadist). Oleh karena itu, ketika suatu masyarakat memperlihatkan ciri-ciri kefasiqan, maka menjadi tugas muslim untuk berjuang mengembalikan masyarakat tersebut pada fitrahnya, yaitu nilai-nilai Islam. Ketika setiap muslim berupaya untuk mengembalikan nilai-nilai Islam, maka saat irulah ia menjadi rahmatan lil’alamiin.
    Hanya saja, upaya ini harus dilakukan dengan penuh kecerdasan, jangan terburu-buru, atau harus dipikirkan secara cermat dalam memilih strategi dakwah yang akan dilakukan. Hendaklah disadari oleh aktivis muslim, bahwa saat ini sangat mendesak untuk menata mindset masyarakat. Untuk itulah dalam rangka menegakkan nilai-nilaii Islam, sudah selayaknya fokus dakwah diarahkan pada penataan mindset masyarakat. Agar nilai-nilai Islam dapat mendominasi mindshare dan heartshare masyarakat. Insya-Allah…

  2. Alhamdulillah,ana setuju dengan isi blog ini ana berharap terus kumandangkan semangat berjihad di tengah umat ini yg telah terkena penyakit wahn.menurut ana saat ini perang tidak hanya fisik ataupun secara langsung.ana mengusulkan untuk mengajarkan ilmu dan mengamalkan hacker untuk menembus,merusak & mencari informasi (tentang kelemahan orang2 kafir sehingga kita dapat memeranginya secara telak).karena sekarang ini ana melihat banyak sekali situs yg menyerang islam baik orang yg berkedok islam atau kafir itu sendiri.sekian saja masukan dari ana


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: